Selasa, 03 Mei 2011

Kepemimpinan dan Manajemen


Kepemimpinan dan Manajemen
Kalau kita ingin mengetahui apa istilah Islam untuk istilah teknis kepemimpinan dan manajemen dalam arti modernnya yang diperluas, kita sebut saja irsyad (petunjuk, pimpinan, arah) dan rusyd (kematangan), atau hidayah (petunjuk) dan rusyd. Menurut terminologi Islam, kemampuan memimpin disebut hidayah dan irsyad, dan kemampuan mengelola sama dengan apa yang disebut rusyd dalam yurisprudensi Islam (fiqih).

Dalam bahasa biasa dan bahasa Persia sehari-hari, rusyd adalah kualitas fisis yang berkaitan dengan tubuh, namun sebagai sebuah istilah fiqih, rusyd adalah kualitas yang berkaitan dengan perkembangan mental. Artinya adalah kematangan untuk memahami, bukan kematangan fisis. Bila seorang anak telah mencapai kematangan ini, maka dia pun memiliki kualitas ini. Para faqih mengatakan bahwa kematangan fisis belum cukup untuk berakad nikah. Untuk berakad nikah juga diperlukan kematangan mental. Dalam pengertian ini, arti rusyd adalah dapat membeda-bedakan dan memiliki akal sehat dan mampu memanfaatkan dan memelihara sarana hidup.

Poin kedua adalah petunjuk manusia memiliki dua segi: yang satu tak berubah, dan yang satunya lagi berubah. Ketika membahas Islam dan Tuntutan Zaman, kami sebutkan bahwa dalam kehidupan manusia ada beberapa segi yang tak berubah yang bekerja dalam struktur yang tak berubah. Segi-segi ini diekspresikan oleh prinsip moral dan hukum Islam. Dengan kata lain, orbit kehidupan manusia tidak berubah, sedangkan tahap-tahapnya berubah. Petunjuk dan kepemimpinan para nabi tergolong yang orbitnya tidak berubah, sedangkan petunjuk dan kepemimpinan manusia biasa bekerja di dalam masalah-masalah tertentu dan detail-detail yang bisa berubah. Misal, Al-Qur'an memberikan perintah untuk berjihad. Al-Qur'an memberikan petunjuk kepada siapa dan kapan jihad harus dilakukan, dan apa syarat untuk berdamai. Petunjuk dan arahan seperti ini diberikan oleh para nabi. Namun kapan, dengan komando siapa dan dengan perlengkapan seperti apa tentara bergerak, merupakan masalah detail. Ini berkaitan dengan gerakan di dalam orbit yang tak berubah.
Telah kami sebutkan bahwa kata "wali" sinonim dengan pemimpin. 

Bisa saja orang mengatakan bahwa arti hidayah adalah petunjuk, bukan kepemimpinan. Dalam petunjuk ada segi perintah, pencerahan, arahan, pendidikan dan pengetahuan, sedangkan kepemimpinan mengandung arti mobilisasi di jalan tertentu. Konsepsi kepemimpinan meliputi tindakan seperti merumuskan gagasan, memobilisasi kekuatan, mengorganisasikan orang dan meluncurkan gerakan.

Jawaban kami adalah memang benar bahwa kata hidayah mengandung arti petunjuk. Kata ini juga digunakan dalam pengertian kepemimpinan. Bukan saja itu, kata ini digunakan pula dalam pengertian memandu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Barangkali kata siyadah, qiyadah dan imamah lebih mengandung arti kepemimpinan.

Ada satu lagi masalah. Yaitu masalah perlunya kepemimpinan dan pemimpin. Poin sangat penting ini merupakan basis dari ajaran para nabi. Dalam ajaran Syiah, imamah didasarkan pada selalu diperlukannya eksistensi seseorang yang maksum.

Masalah lainnya yaitu masalah kondisi, sarana dan prinsip kepemimpinan.
Selanjutnya adalah masalah tujuan kepemimpinan.

Masalah jenis kepemimpinan.
"Pemimpin perlu benar-benar mengetahui karakter manusia, begitu pula siapa pun yang bekerja dengan orang lain pada tingkat apa pun, entah di rumah, di sekolah, di pabrik atau di organisasi lain."
Telah kami kutip sebuah hadis termasyhur mengenai bepergian. Nabi saw bersabda bahwa jika dua (atau tiga) orang bepergian bersama-sama, maka mereka supaya memilih salah satu dari mereka untuk menjadi pemimpin dan manajer mereka. Hadis ini menunjukkan betapa Islam memandang sangat penting kepemimpinan dan disiplin.

Hubungan antara kepemimpinan di satu pihak dan organisasi serta disiplin di pihak lain.
Kepemimpinan merupakan seni yang dapat dipelajari seperti seni lainnya.

Perilaku manusia ada hukum atau mekanismenya sendiri. Setiap aksi melahirkan reaksi. Kalau kita ingin bekerja enak dengan orang lain, kita perlu tahu hukum dan mekanisme yang mengatur perilakunya. Manusia bagaikan kotak misteri, untuk membuka kotak ini perlu adanya kunci khusus. Kerja sama dengannya dapat dilakukan dengan pengetahuan dan sikap baik, bukan dengan tekanan atau paksaan. Hukum perilaku manusia bukan untuk dirumuskan, melainkan untuk ditemukan seperti hukum fisika, kimia dan fisiologi. Norma dan aturan yang dibuat untuk memandu perilaku manusia akan diterima dengan baik kalau selaras dengan hukum fitrah dan perilaku manusia."

Sabtu, 30 April 2011

Kepemimpinan yang baik


Kepemimpinan yang baik harus mempunyai :

1.Pengetahuan
Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang baik tentang kepemimpinan dan ilmu tentang ruang lingkup kerja profesinya yang terdiri dari pengetahuan kognitif maupun skill/keterampilan. Seorang pemimpin akan dihadapkan pada situasi tertentu dimana dia harus mengambil keputusan yang tepat dalam menyelasaikan masalah. Dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat adalah pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki.

2. Kesadaran diri
Pemimpin yang baik harus mengenal dirinya dengan baik, diawali dengan mengevaluasi kekurangan dan kelebihan yang dimiliki sehingga kekurangan tersebut dapat ditingkatkan. Perlu juga evaluasi tentang perasaan dan situasi yang berhubungan serta mekanisme koping yang dilakukan. Identifikasi koping yang dilakukan serta perbaiki koping yang destruktif atau maladaptive kearah koping yang konstruktif atau tidak merugikan dan menyakiti diri sendiri dan orang lain.

3.Komunikasi
Komunikasi adalah bagian terpenting bagi kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik terhadap teman maupun bawahan karena komunikasi yang baik adalah merupakan satu strategi dalam mempengaruhi orang lain.

4.Tujuan
Tujuan adalah apa yang akan diralisasikan atau arah yang akan dicapai, alasan seseorang dan merupakan motivasi untuk berbuat sesuatu/ melakukan pekejaan tertentu. Seorang pemimpin harus mempunyai tujuan yang jelas yang meliputi Apa. Siapa, Kenapa dan Bagaimana. Tujuan ini kemudian harus dikomunikasikan dengan bawahan agar mereka bisa menerima, memahami dan menyetujui tujuan tersebut sehingga dapat didiskusikan bersama cara pencapaiannya.

5.Tindakan

Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan dan keterampilan profesionalisme yang tinggi yang dikarakteristikkan dengan pengetahuan dan keterampilan yang baik. Mempunyai kemampuan perencanaan yang baik, koordinasi, evaluasi dan organisasi bawahan dengan baik sekaligus juga sebagai support sistem dan role model yang baik bagi bawahannya.

Jumat, 29 April 2011

ARTI KEPEMIMPINAN


Kepemimpinan berasal dari kata “Pimpin” yang berarti tuntun, bina atau bimbing. Pimpin dapat pula berarti menunjukan jalan yang baik atau benar, tetapi dapat pula berarti mengepalai pekerjaan atau kegiatan. Dengan demikian, kepemimpinan adalah hal yang berhubungan dengan proses menggerakkan, memberikan tuntutan, binaan dan bimbingan, menunjukkan jalan, memberi keteladanan, mengambil resiko, mempengaruhi dan meyakinkan pihak lain, mengarahkan dan masih banyak lagi artinya :

Pengertian kepemimpinan adalah sebagai berikut :
Suatu proses mempengaruhi aktivitas orag lain atau sekelompok orang untuk bekerjasama mencapai tujuan tertentu.
Pada hakikatnya dalam kepemimpinan terdapat unsur-unsur antara lain kemampuan menggerakkan, mempengaruhi, mengarahkan tingkah laku orang lain atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi/kelompok.
 FUNGSI KEPEMIMPINAN
Fungsi kepemimpinan adalah menggerakkan orang yang dipimpin menuju tercapainya tujuan. Agar dapat menanamkan kepercayaan pada orang yang dipimpinnya dan menyadarkan bahwa mereka mampu berbuat sesuatu dengan baik. Disamping itu, pemimpin harus memiliki pikiran, tenaga dan kepribadian yang dapat menimbulkan kegiatan dalam hubungan antar manusia.
Dari pembahasan di atas terlihat bahwa seorang pemimpin yang baik, hahrus memiliki persyaratan yang dapat di kelompokkan menjadi tiga, yaitu sifat, sikap/perilaku dan kemampuan.
1.Sifat
Sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin pada umumnya ialah bijaksana, cerdas, rasional, tegas, adil, kritis, jujur, sabar, bertanggung jawab dan sebagainya.

2.Sikap/Perilaku
Disamping itu, pemimpin yang baik perlu juga menentukan/memilih sikap atau perilaku yang sesuai dengan keadaan, tetapi memiliki sikap yang tersirat dalam butir-butir Pancasila, yang harus dibina. Berikut ini kita pelajari hasil penyusunan dua pakar, yaitu Robert Tannenbaum dan Warren H.Schmidt berupa satu model rangkaian perilaku kepemimpinan, yang dapat membantu kita dalam menentukan sikap/perilaku tertentu yang sesuai dengan keadaan. Keadaan tersebut mengacu pada kadar kemampuan pemimpin dan kemampuan orang yang dipimpin untuk bekerjasama.
Beberapa tips yang menurut saya dapat membuat / mempertahankan samangat
juang
1. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama
pertama yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan
menyadarinya , Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.
2. motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah.
Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. orang yg mudah
menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang yg gagal.
3. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang
pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila
Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.
4. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi
dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan
berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg
menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak
berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yg aman , namun
Anda tidak akan berkembang.
5. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian. Anggaplah tantangan
sebagai “Sparring Pathner” yg akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai
raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani
menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.
6. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil
bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu
agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.
7. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan
itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg
sekuat nilai “kegigihan dan pantang menyerah” . Ingatlah filsofi air yg bisa
melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.
8. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda
terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk
membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah
bagaiman cara mengatasinya. carilah jalur alternatif !
9. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan
orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang
lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itru Anda menghemat banyak
sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.