Jumat, 06 November 2020

pengertian manajemen strategi


Manajemen strategi dapat di definisikan sebagai sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. Sebagaimana disyaratkan oleh definisi ini, manajemen stategis berfokus pada usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akutansi, produksi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasional. Tujuan manajemen strategi adalah untuk mengeksploitasi serta menciptakan berbagai peluang baru dan berbeda untuk esok.

Manajemen berasal dari to manage yang berarti mengatur, mengelola atau mengurusi. Ungkapan yang menarik mengenai manajemen adalah manajemen sering diartikulasikan sebagai ilmu, seni dan profesi. Menurut para ahli manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber-sumber daya organisasi lainnya agar dapat mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Kata strategi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “strato” yang artinya pasukan dan “agenis” yang artinya pemimpin.

Jadi strategi berarti hal yang berhubungan dengan pasukan perang. Memang pada mulanya berasal dari peristiwa peperangan (militer)yaitu sebagai suatu siasat mengalahkan musuh, namun pada akhirnya strategi berkembang untuk semua kegiatan organisasi termasuk keperluan ekonomi, sosial, budaya dan agama. Secara umun dapat didefinisikan strategi sebagai cara mencapai tujuan. Strategi merupakan rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan. Adapun kata strategi merupakan kata sifat yang menjelaskan implementasi strategi. Implementasi strategi menjalakan strategi dengan perencanaan, target waktu dan tujuan yang jelas.

Pengertian lain mengungkapkan bahwa strategi adalah suatu arah dan kebijakan atau rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan utama lembaga atau perusahaan. Dalam istilah lain, strategi juga berarti suatu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu arah, rencana atau kebijakan yang cermat dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


Hierarki strategi dapat dibentuk oleh hierarki yang ada di organisasi tersebut sesuai karakter organisasinya. Struktur organisasi yang baik seharusnya dapat memberikan gambaran tentang pola interaksi, tanggung jawab, dan pembagian kerja. Pembagian kerja ini yang menjadikan stratifikasi dan diferensiasi dalam organisasi. Dalam struktur organisasi yang baik terdapat seorang manajer puncak, sekelompok orang, manajer menengah dan sekelompok manajer tingkatan bawah atau dapat dikatakan juga manajer tingkatan fungsional.

Hierarki strategi dibagi atas tiga tingkatan sesuai dengan stratifikasi organisasi. Secara umum ada 3 jenis/hierarkistrategi yang berlaku dalam dunia bisnis yang dapat diaplikasikan dalam pemerintahan, yaitu 
(a) strategi korporasi,
(b) strategi bisnis unit, dan 
(c) strategi fungsional. 

Strategi korporasi ialah strategi yang mendeskripsikan arah sebuah organisasi pemerintahan atau perusahaan. Strategi ini dibuat oleh level pemimpin puncak bersama pimpinan teras organisasi dan stakeholders utama atau pemilik organisasi/modal. Sedangkan strategi bisnis unit merupakan strategi yang dibuat oleh manajer pada level menengah yang harus menerjemahkan strategi korporasi ke dalam tujuan-tujuan aktivitas organisasi yang lebih realistis di dalam divisi masingmasing. terakhir ialah strategi fungsional, dimana strategi ini dibuat untuk tujuan-tujuan jangka pendek pada berbagai fungsi organisasi seperti keuangan, SDM, penelitian dan pengembangan, dan sebagainya. Tiga level strategi ini biasanya digunakan pada organisasi bisnis yang mempunyai banyak bidang bisnis. Sementara itu, untuk organisasi yang hanya bergerak pada satu bidang hanya menggunakan 2 level strategi yaitu korporasi dan strategi fungsional.

Di dalam organisasi pemerintah daerah, strategi yang merumuskan arah organisasi ditentukan oleh kepala daerah yang persamaannya di bidang bisnis ialah pemimpin puncak perusahaan atau chief executive officer (CEO). Sedangkan strategi level menengah atau strategi bisnis ini ditentukan oleh level kepala-kepala dinas yang mengurusi bidang kerjanya masing-masing sesuai struktur organisasi dan tata kerja (SOTK). Adapun strategi tingkat fungsional dalam hal pemerintahan daerah kabupaten/kota pada saat ini ditentukan oleh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan pemerintah kecamatan yang dipimpin oleh seorang “Camat”.

Dalam menyusun strategi pada pemerintahan daerah dikenal ada dua macam/model pendekatan, yaitu pendekatan dari atas ke bawah (top down approach) dan pendekatan dari bawah ke atas (bottom up approach). Untuk model top down approach, proses penyusunan strategi organisasi pemerintahan daerah lebih diprioritaskan atau dimulai dari pendapat-pendapat level atas yang kemudian diturunkan pada tingkat selanjutnya. Sebaliknya, untuk model bottom up approach, level bawah dan menengah menjadi titik awal dari proses penyusunan strategi organisasi pemerintahan daerah. Meskipun demikian, beberapa pendapat menyatakan bahwa dalam menyusun strategi pada pemerintahan daerah masih memiliki kecenderungan menggunakan pendekatan pertama (top down approach). Padahal apabila yang top down itu hanya sekadar pencetus ide untuk mencapai visi dan misi organisasi, hal itu tidak dapat dikatakan sebagai pendekatan top down approach.

Tidak ada komentar: